BULETIN JALAN EDISI 2

Biography karya anak santri

Khalid bin Walid

Sang Pedang Allah yang terhunus


Khalid bin Walid adalah seorang panglima perang yang termasyhur dan ditakuti di medan tempur. Ia mendapat julukan "Pedang Allah yang Terhunus". Dia adalah salah satu dari panglima-panglima perang penting yang tidak terkalahkan sepanjang karirnya.

            Khalid termasuk di antara keluarga Nabi yang sangat dekat. Maimunah, bibi Khalid, adalah istri Nabi. Dengan Umar sendiri pun Khalid ada hubungan keluarga, yakni saudara sepupunya. Suatu hari pada masa kanak-kanaknya kedua saudara sepupu ini main adu gulat. Khalid dapat mematahkan kaki Umar. Untunglah dengan melalui suatu perawatan kaki Umar dapat diluruskan kembali dengan baik.

            Awalnya Khalid bin Walid adalah panglima perang kaum kafir Quraisy yang terkenal dengan pasukan kavalerinya. Pada saat Perang Uhud, Khalid yang melihat celah kelemahan pasukan Muslimin yang menjadi lemah setelah bernafsu mengambil rampasan perang dan turun dari Bukit Uhud, langsung menghajar pasukan Muslim pada saat itu. Namun justru setelah perang itulah Khalid masuk Islam.

            Ayah Khalid, Walid bin Mughirah dari Bani Makhzum adalah salah seorang pemimpin yang paling berkuasa di antara orang-orang Quraisy. Dia orang yang kaya raya. Dia menghormati Ka’bah dengan perasaan yang sangat mendalam. Sekali dua tahun dialah yang menyediakan kain penutup Ka’bah. Pada masa ibadah haji dia memberi makan dengan cuma-cuma bagi semua orang yang datang berkumpul di Mina.

            Suku Bani Makhzum mempunyai tugas-tugas penting. Jika terjadi peperangan, merekalah yang mengurus gudang senjata dan tenaga tempur. Suku inilah yang mengumpulkan kuda dan senjata bagi prajurit-prajurit. Tidak ada cabang suku Quraisy lain yang lebih dibanggakan seperti Bani Makhzum. Ketika diadakan kepungan maut terhadap orang-orang Islam di lembah Abu Thalib, orang-orang Bani Makhzumlah yang pertama kali mengangkat suaranya menentang pengepungan itu.

Ketika Khalid bin Walid masuk Islam, Rasulullah sangat bahagia, karena Khalid mempunyai kemampuan berperang yang dapat membela panji-panji Islam dan meninggikan kalimatullah dengan perjuangan jihad. Dalam banyak kesempatan Khalid diangkat menjadi panglima perang dan menunjukkan hasil kemenangan atas segala upaya jihadnya.

            Pada masa pemerintahan Abu Bakar, Khalid bin Walid ditunjuk menjadi panglima pasukan Islam sebanyak 46.000, menghadapi tentara Byzantium dengan jumlah pasukan 240.000. Dia sama sekali tidak gentar menghadapinya, dia hanya khawatir tidak bisa mengendalikan hatinya karena pengangkatannya dalam peperangan yang dikenal dengan Perang Yarmuk itu.

            Dalam Perang Yarmuk jumlah pasukan Islam tidak seimbang dengan pihak musuh yang berlipat-lipat. Ditambah lagi, pasukan Islam yang dipimpin Khalid tanpa persenjataan yang lengkap, tidak terlatih dan rendah mutunya. Ini berbeda dengan angkatan perang Romawi yang bersenjata lengkap dan baik, terlatih dan jumlahnya lebih banyak. Bukan Khalid namanya jika tidak mempunyai strategi perang, dia membagi pasukan Islam menjadi 40 kontingen dari 46.000 pasukan Islam untuk memberi kesan seolah-olah pasukan Islam terkesan lebih besar dari musuh.

            Strategi Khalid ternyata sangat ampuh. Saat itu, taktik yang digunakan oleh Romawi terutama di Arab utara dan selatan ialah dengan membagi tentaranya menjadi lima bagian; depan, belakang, kanan, kiri dan tengah. Heraklius telah mengikat tentaranya dengan besi antara satu sama lain. Ini dilakukan agar mereka jangan sampai lari dari peperangan.

            Kegigihan Khalid bin Walid dalam memimpin pasukannya membuahkan hasil yang membuat hampir semua orang tercengang. Pasukan Islam yang jumlahnya jauh lebih sedikit itu berhasil memukul mundur tentara Romawi dan menaklukkan wilayah itu.

            Perang yang dipimpin Khalid lainnya adalah perang Riddah (perang melawan orang-orang murtad). Perang Riddah ini terjadi karena suku-suku bangsa Arab tidak mau tunduk lagi kepada pemerintahan Abu Bakar di Madinah. Mereka menganggap bahwa perjanjian yang dibuat dengan Rasulullah, dengan sendirinya batal setelah Rasulullah wafat.

            Oleb sebab itu, mereka menentang Abu Bakar. Karena sikap keras kepala dan penentangan mereka yang dapat membahayakan agama dan pemerintahan. Maka Abu Bakar mengutus Khalid bin Walid untuk menjadi jenderal pasukan perang Islam untuk melawan kaum murtad tersebut, hasilnya kemenangan ada di pihak Khalid.

            Masih pada pemerintahan Abu Bakar, Khalid bin Walid dikirim ke Irak dan dapat menguasai Al-Hirah pada 634 M. kemudian Khalid bin Walid diperintahkan oleh Abu Bakar meninggalkan Irak untuk membantu pasukan yang dipimpin Usamah bin Zaid.

            Ada kisah yang menarik dari Khalid bin Walid. Dia memang sempurna di bidangnya; ahli siasat perang, mahir segala senjata, piawai dalam berkuda, dan karismatik di tengah prajuritnya. Dia juga tidak sombong dan lapang dada walaupun dia berada dalam puncak popularitas.

            Hal ini ditunjukkannya saat Khalifah Umar bin Khathab mencopot sementara waktu kepemimpinan Khalid bin Walid tanpa ada kesalahan apa pun. Menariknya, ia menuntaskan perang dengan begitu sempurna. Setelah sukses, kepemimpinan pun ia serahkan kepada penggantinya, Abu Ubaidah bin Jarrah.

            Khalid tidak mempunyai obsesi dengan ketokohannya. Dia tidak menjadikan popularitas sebagai tujuan. Itu dianggapnya sebagai sebuah perjuangan dan semata-mata mengharapkan ridha Sang Maha Pencipta. Itulah yang ia katakan menanggapi pergantiannya, "Saya berjuang untuk kejayaan Islam. Bukan karena Umar!"

            Jadi, di mana pun posisinya, selama masih bisa ikut berperang, stamina Khalid tetap prima. Itulah nilai ikhlas yang ingin dipegang seorang sahabat Rasulullah seperti Khalid bin Walid.

            Khalid bin Walid pun akhirnya dipanggil oleh Sang Khaliq. Umar bin Khathab menangis. Bukan karena menyesal telah mengganti Khalid. Tapi ia sedih karena tidak sempat mengembalikan jabatan Khalid sebelum akhirnya "Si Pedang Allah" menempati posisi khusus di sisi Allah SWT



Tharekh Era El-Raisy
21 Feb. 14

UNDANGAN KHATMUL QUR'AN AL-NAHDLAH ISLAMIC BOARDING SCHOOL

Berikut adalah undangan resmi dari Al-Nahdlah Islamic Boarding School kepada masyarakat luas juga wali santri Al-Nahdlah IBS untuk menghadiri dan ikut mensyukuri Khotmul Qur`an yang akan diselenggarakan pada :
Hari        : Minggu
Tanggal : 6 April 2014
Pukul      : 08.00 s/d selesai
Tempat  : Al-Nahdlah Islamic Boarding School

Untuk mempermudah perjalanan ke Al-Nahdlah, berikut kami sertakan rute dari berbagai jalur masuk untuk menuju ke Al-Nahdlah.

AL-NAHDLAH KEMBALI MERAIH PRESTASINYA DENGAN 8 TROFI LOMBA SE JABODETABEK


Pada tanggal 2 maret 2014 Al-Nahdlah Islamic Boarding School kembali menunjukkan jati dirinya sebagai center of exellence dengan menyabet 7 gelar juara di Muhadhoroh Kubro se-JABODETABEK yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Al-Mukhlishin Ciseeng Bogor. Sedangkan 1 gelar juara lagi disabet dari Sonic Linguistic 2014 yang diselenggarakan oleh MAN Insan Cendekia Serpong. Adapun kategori juara yang diperoleh adalah:
1. Juara 1 MTQ Putri (Muhadhoroh Kubro Se-JABODETABEK) oleh Qotrun Nada
2. Juara 1 MHQ Putri (Muhadhoroh Kubro Se-JABODETABEK) oleh Azka Tazkiatul Laili
3. Juara 1 Kaligrafi Putri (Muhadhoroh Kubro Se-JABODETABEK) oleh Siti Masithoh
4. Juara 2 MHQ Putra (Muhadhoroh Kubro Se-JABODETABEK) oleh Avisina Anadri
5. Juara 2 Festival Hadroh (Muhadhoroh Kubro Se-JABODETABEK) oleh Tim Hadroh Al-Nahdlah
6. Juara 3 Kaligrafi Putra (Muhadhoroh Kubro Se-JABODETABEK) oleh M. Dzaki Ridlwansyah
7. Juara 3 Pidato Bahasa inggris (Muhadhoroh Kubro Se-JABODETABEK) oleh M. Salim Faroghy
8. Juara 2 Khitobah Arabiyah (Sonic Linguistic 2014) oleh Mufti

PENGUMUMAN GELOMBANG I (30 Desember 2013 - 9 Maret 2014) HASIL SELEKSI TEST PSB MTS AL-NAHDLAH PERIODE 2014/2015



P  E  N  G  U  M  U  M  A  N
P I M P I N A N   A L – N A H D L A H   I S L A M I C   B O A R D I N G   S C H O O L
Bojongsari, Depok, Jawa Barat – Indonesia

NOMOR :33/02.04/SK/PSB/MTs.AL-NAHDLAH.IBS/III/2014


Tentang



HASIL SELEKSI PENERIMAAN SISWA BARU GELOMBANG I (30 Desember 201309 MARET 2014)
TAHUN AJARAN 2014/2015
MTs. AL-NAHDLAH ISLAMIC BOARDING SCHOOL
BOJONGSARI, DEPOK, JAWA BARAT – INDONESIA



Diumumkan kepada para peserta Seleksi Penerimaan Siswa Baru (SPSB) Madrasah Tsanawiyah Tahun 2014 yang dinyatakan diterima (namanya tercantum dalam lampiran I pengumuman daftar peserta diterima SPSB MTs. Al-Nahdlah Islamic Boarding School tahun 2014), agar segera melakukan daftar ulang, dengan ketentuan sebagai berikut.

  1. MEMBAYAR BIAYA PENDIDIKAN
    1. Membayar biaya pendidikan:
- Infaq pengembangan dan perawatan gedung (sekali)        Rp.2.500.000,-
- Infaq Asrama (Sekali)                                                           Rp.1.200.000,-
- Infaq sarana dan prasarana/tahun                                      Rp.   800.000,-
- Infaq kegiatan kesiswaan/tahun                                          Rp.   750.000,-
- Pakaian seragam 4 stel/sekali                                             Rp.   850.000,-
- Infaq buku/tahun                                                                  Rp.1.000.000,-
- Infaq amal syahriyah/bulan (SPP, Asrama, Makan)              Rp.   850.000,-
                                                                                                Rp.7.950.000,-           

Setoran pembayaran dapat dilakukan secara angsuran dengan setoran awal minimal 4.000.000,-(Empat Juta Rupiah). Waktu pembayaran mulai tanggal 11 – 31 Maret 2014 di Al-Nahdlah Islamic Boarding School.                                

    1. Melakukan Pendaftaran/registrasi pada tanggal 11-31 Maret 2014,


  1. PEMERIKSAAN DOKUMEN (REGISTRASI ON-DESK)
Para calon siswa menyerahkan/mengumpulkan:
1. Fotocopy Nomor Induk Siswa Nasional (NISN)   (bisa menyusul)
2. Fotocopy raport lima semester terakhir             (bagi yang belum)
3. Fotocopy akte kelahiran                                     (bagi yang belum)
4. Pas photo hitam/berwarna putih ukuran 3x4    (bagi yang belum)
5. Fotocopy ijazah/STTB yang telah dilegalisir      (bisa menyusul)
6. Surat keterangan sehat dari dokter
7. Surat pernyataan dari orang tua.
8. Formulirregistrasi ulang yang telah diisi.
           
            WaktudanTempat
                       
Tanggal       : 11-31 Maret 2014
Jam              : Bebas
Tempat        : Sekretariat PSB Al-Nahdlah Islamic Boarding School
                      Jl. SeruaBulak No.1, PondokPetir, Bojongsari, Depok, Jawa Barat.
                    Telp. 021-74708014

  1. LAIN-LAIN
1.      Apabila calon siswa yang telah diterima (terdaftar di lampiran I) kemudian mengundurkan diri/hal-hal lain yang  dapat mengakibatkan tidak bias melanjutkan sekolah di Al-Nahdlah Islamic Boarding School, maka semua biaya yang telah dibayarkan tidak bisa ditarik kembali.
2.      Informasi lebih lanjut tentang Registrasi, hubungi Bagian Penerimaan Siswa Baru Al-Nahdlah Islamic Boarding School, Telp: Lia Zahiroh (081586845252), Miftah (081315013903), Suyuthi (081218985455), Muhaimin (085239306463).


                                                              Depok, 10 Maret 2014              

                    Kepala MTs. Al-Nahdlah                                 Direktur Al-Nahdlah IBS                                 

                                      ttd                                                                   ttd

                         (Miftahul Huda, Lc)                            (DR. KH. Asrorun Ni’am Sholeh, MA)







Lampiran I
DAFTAR PESERTA DITERIMA SELEKSI PENERIMAAN SISWA BARU (SPSB)
GELOMBANG I (30 Desember 20139 MARET 2014)
TAHUN AJARAN 2014/2015
MADRASAH TSANAWIYAH. AL-NAHDLAH
BOJONGSARI, DEPOK, JAWA BARAT – INDONESIA


No
Nama
Alamat


1
Ahmad Rasyiid Alydrus
Jl. Jeruk Purut RT/RW. 001/003, Cilandak Timur, Jakarta Selatan

2
Ahmadin Assangga Lubis
Jl. H. Mawi No.79 Bojong Indah  RT/RW.003/001 Parung, Bogor

3
Ahmad Hisyam Dimas Satrio
Perumahan Bukit Maringin  Blok H.6 No.7 Bojonggede

4
Rian Faradilla Ratnaning Utami
Jl. Ampera Raya RT/RW.009/004, Cilandak Timur, Ps. Minggu, Jaksel

5
Faizah Nur Afifah
Pedurenan RT/RW.009/004, Cilandak Timur, Ps. Minggu, Jaksel

6
Zaidah Tamimi Nikmah
Jl. Mushalla Al-Ikhsan RT/RW.001/005, Jati Kramat, Jatiasih, Bekasi

7
Nadavia Zahra Al Mahira
Taman Serua Blok DI No.12, Serua Bojongsari Depok

8
Aufa Aunillah Izzati
Perum Pondok Mutiara E2.5, Sasak Panjang, Tajurhalang, Bogor

9
Sofiana Fitria Anggraini
Jl. Mede I Sasmitha Blok A Pamulang Barat

10
Vira Resqi Amalia
Gg Nusa indah II Curug Bojongsari Depok

11
Adinda Bintang
Anggrek 10 No.4 Rt.017/Rw.02 Karet Kuningan Jakarta

12
Fasya Nima Sukantri
Griya Suradita Indah Korpri Blok L5 No.03 Cisauk Tangsel

13
Luthfiahanifatus Sayida
Jl. Gelora Rt.02/Rw.02 Gedontataan, Lampung

14
Nabiilatunnisa
Jl. Jeruk Purut Rt.004/Rw.003 Cilandak Timur, Pasar Minggu, Jaksel

15
Muhammad Faris Anwari
Jl. Dharma Praja V no.39 Banjarmasin, Kalimantan Selatan

16
Muhammad Al-ghiffari Nursyasa Aufa
Perumahan Listrik II banjarbaru banjarmasin Kalimantan Selatan

17
Ainun Nadzifatur Rohmah
Sukosari Kunir Lumajang

18
Muhammad Zidan Alfa Hasyim
Jl.surya kencana Gg.mandor Pamulang Tangsel

19
Hardianti Anhar kautsar
Kp. Luewiranji suka mulya Rumpin Bogor

20
Muamar Alexander Cadafi
Jl.Pinus raya no.66 Depok timur

21
Gina Koedatu Syaripah
Tolong Diisi lengkap

22
Siti Amaliyah
Al-Falah 3 Blok L 27 Pondok benda Pamulang

23
Alizah SyaqilaSyarif
jl.raya citayam rt.01/05 Pondok jaya Depok

24
Aisyah Shafira M
jl. Trikora 1 no.83d gedong Pasar rebo Jakarta Timur

25
Nadiva Risa Azzahra
jl. Wahid hasyim gg.assalam no.56 sempaja Samarinda

26
Yusuf Farhat Jen
jl. Ar-royan no.45 tanah baru Beji Depok

27
Nida Khairunnisa
griya sarana bsd pagedangan blok l no.11 serpong tangsel

 28
Najiyy Ahmad
Permata Depok Clater Diamond C.1 No.09

 29
Angga Suri Setiawan
Jl. Sawo No.95 Rt.01/05 Jati sampurna Bekasi

 30
M. Iqbal Z Haqve
Jl. Bakhti warga No.90 rt.02/03 Jati sempurna







Depok, 10 Maret 2014              

                    Kepala MTs. Al-Nahdlah                                 Direktur Al-Nahdlah IBS                                 

                                      ttd                                                                   ttd

                         (Miftahul Huda, Lc)                            (DR. KH. Asrorun Ni’am Sholeh, MA)