Silaturahmi, Edukasi dan Sharing



Silaturahmi, Edukasi dan Sharing

Kunjungan (visiting) merupakan kegiatan tahunan yang dilaksanakan oleh siswa Madrasah Aliyah Al-Nahdlah Bojongsari Depok dalam rangka mendapatkan suatu pembelajaran yang mungkin tidak mereka dapatkan di dalam kelas sehari-harinya. Untuk tahun ini 2015 mereka menggunakan tema Silaturahmi, Edukasi dan Sharing.

Foto bareng Bapak DR. H. Asrorun Ni'am Sholeh, MA dan Ibu Hj. Lia Zahiroh, MA dalam acara visiting

Silaturahmi,    kedengarannya simpel, mudah tapi sulit untuk dijalankan. Padahal kegiatan ini sangat buuuaaanyaak manfaatnya, salah satunya pasti udah pada tau kan?? Benar banget “memperpanjang Umur” makanya kalu pengen panjang umur, perbanyaklah silaturahmi. Seperti yang dilakukan para siswa Madrasah Aliyah Al-Nahdlah Depok ini.
Edukasi,        ini sebenernya proses pembelajaran yang bertujuan untuk mengembangkan potensi pada siswa dan mewujudkan proses pembelajaran yang baik. Sebenarnya edukasi sendiri tidak hanya pada pendidikan formal namun juga dalam pendidikan informal. Sama halnya yang dilakukan siswa Madrasah Aliyah Al-Nahdlah memperoleh edukasi yang insya Allah bermanfaat dengan mengunjungi para tokoh yang berpengaruh di negeri ini.
Sharing,       sebenernya sharing itu ya berbagi. Berasal dari bahasa inggris “share” yang berarti berbagi. Kaitannya disini adalah berbagi apapun itu baik pengalaman hidup maupun ide-ide kepada kita.  

Tepatnya tanggal 22 Maret 2015, kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah MA. Al-Nahdlah, H. Abdullah Mas’ud, S.Pd.I, Kegiatan dimulai dari kediaman Bapak DR. H. Asrorun Ni’am Sholeh, MA. (Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia) dan kedua di kediaman H. M. Sulthon Fathoni, M.Si (Komisaris PT.Sucofindo).

Suasana santai saat bercengkrama dengan H. M. Sulthon Fathoni, M.Si di kediaman beliau di daerah Depok Jawa Barat

Semoga dengan kegiatan ini, para siswa MA. Al-Nahdlah bisa mengambil manfaat dan kegiatan ini menjadi proses pembelajaran yang baik bagi mereka. Amiin…



Belajar Kitab Kuning Asyik Lhoooo...

     



Seorang santri sedang menempuh ujian membaca kitab kuning yang merupakan syarat kenaikan kelas. 

    Kitab Kuning adalah simbol tradisi intelektual di lingkungan pesantren. Ia menjadi wahana penyebaran ajaran Islam yang dirumuskan para ulama masa lalu, kepada para pelajar di masa kini.

     Pesantren dan kitab kuning adalah dua sisi yang tak terpisahkan dalam pendidikan Islam di Indonesia. Sejak sejarah awal berdirinya, pesantren tidak dapat dipisahkan dari literatur kitab buah pemikiran para ulama salaf yang dimulai sekitar abad ke-9. Boleh dibilang, tanpa keberadaan dan pengajaran kitab kuning, suatu lembaga pendidikan tak absah disebut pesantren. Begitulah fakta yang mengemuka di lapangan. kitab kuning telah menjadi salah satu sistem nilai dalam kehidupan pesantren.
      Saking lengketnya, dengan kitab kuning, kalangan pesantren mencoba bersikap, memaknai dan menjawab hampir seluruh persoalan yang muncul dan berkembang di masyarakat. Bahkan jika kita tengok halaqah bahtsul masa`il para santri di pesantren, maka seakan-seakan seluruh persoalan hidup ini sudah termaktub dan telah dijawab oleh kitab kuning. Tak hanya persoalan masa lalu, isu-isu terkini pun pembahasannya sudah ada, atau minimal diasumsikan ada.
   


Pesantren dan kitab kuning adalah dua sisi yang tak terpisahkan dalam pendidikan Islam

        Begitu pula dengan Pondok Pesantren Al-Nahdlah atau yang lebih keren dengan Al-Nahdlah Islamic Boarding School. Salah satu pesantren modern di Kelurahan Pondok Petir Kecamatan Bojongsari kota Depok Jawa Barat ini memberikan prioritas kepada pemahaman kitab kuning di dalam pengembangan kompetensi santri. Kitab Kuning menjadi instrumen untuk terus mengembangkan pemahaman Islam ‘rahmatan lil’alamin’ melalui kajian atas khazaanah klasik.
       Kata siapa belajar membaca kitab kuning itu ribet, susah dan bikin mata keriting?? Waww.. ternyata bukan rambut doang yang bisa keriting, hehehe… semua itu salah man… Faktanya dengan belajar kitab kuning, kita bisa belajar beberapa ilmu sekaligus, contohnya Nahwu, Shorof, Bahasa Arab dan yang lainnya. Belum lagi kita terlihat keren kalau bisa membaca kitab kuning dan memahami dan mengamalkan isi yang kitab tersebut. 
       Siapa lagi yang bisa mempertahankan peradaban islam kalau tidak dimulai dari santri? di saat anak-anak muda sekarang asyik dengan gadget canggihnya, maka para santri harus asyik dengan kitab kuning nya. Dan anak muda yang seru dengan game online nya, maka para santri harus seru dalam debat kajian kitab kuning nya. Asyik Kaan...
Ayoo Kita Belajar Kitab Kuning...

BUKU CATATAN AMAL BAIK 2014

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Bagi Santri atau wali santri yang kemarin waktu pengambilan raport belum mendapatkan Buku catatan Amal Baik, dimohon untuk langsung mendownload di link yang disediakan di bawah ini. Untuk selanjutnya diserahkan ketika santri sudah tiba lagi di Al-Nahdlah Islamic Boarding School pada tanggal 4 Januari 2015 ke pengasuh atau pembina kamar masing-masing.
sekian terimakasih.

Klik dibawah ini untuk mendownload



Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Al-Nahdlah Islamic Boarding School Tahun Ajaran 2015/2016


Assalamu'alaikum Wr.Wb
Alhamdulillah Al-Nahdlah Islamic Boarding School kembali membuka pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun Ajaran 2015/2016,
Gelombang I      Tanggal 1 November 2014 – 30 Januari 2015
                            Pengumuman Tanggal 31 Januari 2015   
Gelombang II     Tanggal 1 Februari 2015 – 29 April 2015
                           Pengumuman Tanggal 30 April 2015
Gelombang III   Dibuka jika kuota belum terpenuhi

Pendaftaran bisa dilakukan :
   1. langsung datang ke Al-Nahdlah Islamic Boarding School, 
         Jl. Serua Bulak No. 50 RT 006 RW 001 Pondok Petir Bojongsari Depok  
         Telp./Fax. (021) 74708014.
   2. Via Pos
 3. Via Online
   4. Email alnahdlah_ibs@yahoo.co.id 
         CP:   Yusuf  : 0856 9222 1517                 Miftah : 0813 1501 3903
                  Ibriza   : 0815 5378 2967                Suyut   : 0812 1898 5455
Note: Bagi calon peserta didik yang mendaftar via online, harap konfirmasi langsung ke CP di atas.


SYARAT-SYARAT PENDAFTARAN
1. Membayar Formulir Pendaftaran Rp. 200.000,-
2. Menyerahkan Berkas Admnistrasi
                a. Foto copy Nomor Induk Siswa Nasional (NISN)
                b. Foto copy raport 5 semester terakhir.
                c. Foto copy akte kelahiran.
                d. Foto copy Kartu Keluarga (KK)
                e. Pas foto ukuran 3 x 4 sebanyak 4 lembar

SISWA/SISWI MTs. AL-NAHDLAH MENYABET JUARA KSM/OSM TINGKAT DEPOK



dari kanan Bu Elsa, Tarekh, Ridlwan, Bu Yayan, Salsa, Annisa, bu Immah

BULETIN JALAN EDISI 2

Biography karya anak santri

Khalid bin Walid

Sang Pedang Allah yang terhunus


Khalid bin Walid adalah seorang panglima perang yang termasyhur dan ditakuti di medan tempur. Ia mendapat julukan "Pedang Allah yang Terhunus". Dia adalah salah satu dari panglima-panglima perang penting yang tidak terkalahkan sepanjang karirnya.

            Khalid termasuk di antara keluarga Nabi yang sangat dekat. Maimunah, bibi Khalid, adalah istri Nabi. Dengan Umar sendiri pun Khalid ada hubungan keluarga, yakni saudara sepupunya. Suatu hari pada masa kanak-kanaknya kedua saudara sepupu ini main adu gulat. Khalid dapat mematahkan kaki Umar. Untunglah dengan melalui suatu perawatan kaki Umar dapat diluruskan kembali dengan baik.

            Awalnya Khalid bin Walid adalah panglima perang kaum kafir Quraisy yang terkenal dengan pasukan kavalerinya. Pada saat Perang Uhud, Khalid yang melihat celah kelemahan pasukan Muslimin yang menjadi lemah setelah bernafsu mengambil rampasan perang dan turun dari Bukit Uhud, langsung menghajar pasukan Muslim pada saat itu. Namun justru setelah perang itulah Khalid masuk Islam.

            Ayah Khalid, Walid bin Mughirah dari Bani Makhzum adalah salah seorang pemimpin yang paling berkuasa di antara orang-orang Quraisy. Dia orang yang kaya raya. Dia menghormati Ka’bah dengan perasaan yang sangat mendalam. Sekali dua tahun dialah yang menyediakan kain penutup Ka’bah. Pada masa ibadah haji dia memberi makan dengan cuma-cuma bagi semua orang yang datang berkumpul di Mina.

            Suku Bani Makhzum mempunyai tugas-tugas penting. Jika terjadi peperangan, merekalah yang mengurus gudang senjata dan tenaga tempur. Suku inilah yang mengumpulkan kuda dan senjata bagi prajurit-prajurit. Tidak ada cabang suku Quraisy lain yang lebih dibanggakan seperti Bani Makhzum. Ketika diadakan kepungan maut terhadap orang-orang Islam di lembah Abu Thalib, orang-orang Bani Makhzumlah yang pertama kali mengangkat suaranya menentang pengepungan itu.

Ketika Khalid bin Walid masuk Islam, Rasulullah sangat bahagia, karena Khalid mempunyai kemampuan berperang yang dapat membela panji-panji Islam dan meninggikan kalimatullah dengan perjuangan jihad. Dalam banyak kesempatan Khalid diangkat menjadi panglima perang dan menunjukkan hasil kemenangan atas segala upaya jihadnya.

            Pada masa pemerintahan Abu Bakar, Khalid bin Walid ditunjuk menjadi panglima pasukan Islam sebanyak 46.000, menghadapi tentara Byzantium dengan jumlah pasukan 240.000. Dia sama sekali tidak gentar menghadapinya, dia hanya khawatir tidak bisa mengendalikan hatinya karena pengangkatannya dalam peperangan yang dikenal dengan Perang Yarmuk itu.

            Dalam Perang Yarmuk jumlah pasukan Islam tidak seimbang dengan pihak musuh yang berlipat-lipat. Ditambah lagi, pasukan Islam yang dipimpin Khalid tanpa persenjataan yang lengkap, tidak terlatih dan rendah mutunya. Ini berbeda dengan angkatan perang Romawi yang bersenjata lengkap dan baik, terlatih dan jumlahnya lebih banyak. Bukan Khalid namanya jika tidak mempunyai strategi perang, dia membagi pasukan Islam menjadi 40 kontingen dari 46.000 pasukan Islam untuk memberi kesan seolah-olah pasukan Islam terkesan lebih besar dari musuh.

            Strategi Khalid ternyata sangat ampuh. Saat itu, taktik yang digunakan oleh Romawi terutama di Arab utara dan selatan ialah dengan membagi tentaranya menjadi lima bagian; depan, belakang, kanan, kiri dan tengah. Heraklius telah mengikat tentaranya dengan besi antara satu sama lain. Ini dilakukan agar mereka jangan sampai lari dari peperangan.

            Kegigihan Khalid bin Walid dalam memimpin pasukannya membuahkan hasil yang membuat hampir semua orang tercengang. Pasukan Islam yang jumlahnya jauh lebih sedikit itu berhasil memukul mundur tentara Romawi dan menaklukkan wilayah itu.

            Perang yang dipimpin Khalid lainnya adalah perang Riddah (perang melawan orang-orang murtad). Perang Riddah ini terjadi karena suku-suku bangsa Arab tidak mau tunduk lagi kepada pemerintahan Abu Bakar di Madinah. Mereka menganggap bahwa perjanjian yang dibuat dengan Rasulullah, dengan sendirinya batal setelah Rasulullah wafat.

            Oleb sebab itu, mereka menentang Abu Bakar. Karena sikap keras kepala dan penentangan mereka yang dapat membahayakan agama dan pemerintahan. Maka Abu Bakar mengutus Khalid bin Walid untuk menjadi jenderal pasukan perang Islam untuk melawan kaum murtad tersebut, hasilnya kemenangan ada di pihak Khalid.

            Masih pada pemerintahan Abu Bakar, Khalid bin Walid dikirim ke Irak dan dapat menguasai Al-Hirah pada 634 M. kemudian Khalid bin Walid diperintahkan oleh Abu Bakar meninggalkan Irak untuk membantu pasukan yang dipimpin Usamah bin Zaid.

            Ada kisah yang menarik dari Khalid bin Walid. Dia memang sempurna di bidangnya; ahli siasat perang, mahir segala senjata, piawai dalam berkuda, dan karismatik di tengah prajuritnya. Dia juga tidak sombong dan lapang dada walaupun dia berada dalam puncak popularitas.

            Hal ini ditunjukkannya saat Khalifah Umar bin Khathab mencopot sementara waktu kepemimpinan Khalid bin Walid tanpa ada kesalahan apa pun. Menariknya, ia menuntaskan perang dengan begitu sempurna. Setelah sukses, kepemimpinan pun ia serahkan kepada penggantinya, Abu Ubaidah bin Jarrah.

            Khalid tidak mempunyai obsesi dengan ketokohannya. Dia tidak menjadikan popularitas sebagai tujuan. Itu dianggapnya sebagai sebuah perjuangan dan semata-mata mengharapkan ridha Sang Maha Pencipta. Itulah yang ia katakan menanggapi pergantiannya, "Saya berjuang untuk kejayaan Islam. Bukan karena Umar!"

            Jadi, di mana pun posisinya, selama masih bisa ikut berperang, stamina Khalid tetap prima. Itulah nilai ikhlas yang ingin dipegang seorang sahabat Rasulullah seperti Khalid bin Walid.

            Khalid bin Walid pun akhirnya dipanggil oleh Sang Khaliq. Umar bin Khathab menangis. Bukan karena menyesal telah mengganti Khalid. Tapi ia sedih karena tidak sempat mengembalikan jabatan Khalid sebelum akhirnya "Si Pedang Allah" menempati posisi khusus di sisi Allah SWT



Tharekh Era El-Raisy
21 Feb. 14

AL-NAHDLAH KEMBALI MERAIH PRESTASINYA DENGAN 8 TROFI LOMBA SE JABODETABEK


Pada tanggal 2 maret 2014 Al-Nahdlah Islamic Boarding School kembali menunjukkan jati dirinya sebagai center of exellence dengan menyabet 7 gelar juara di Muhadhoroh Kubro se-JABODETABEK yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Al-Mukhlishin Ciseeng Bogor. Sedangkan 1 gelar juara lagi disabet dari Sonic Linguistic 2014 yang diselenggarakan oleh MAN Insan Cendekia Serpong. Adapun kategori juara yang diperoleh adalah:
1. Juara 1 MTQ Putri (Muhadhoroh Kubro Se-JABODETABEK) oleh Qotrun Nada
2. Juara 1 MHQ Putri (Muhadhoroh Kubro Se-JABODETABEK) oleh Azka Tazkiatul Laili
3. Juara 1 Kaligrafi Putri (Muhadhoroh Kubro Se-JABODETABEK) oleh Siti Masithoh
4. Juara 2 MHQ Putra (Muhadhoroh Kubro Se-JABODETABEK) oleh Avisina Anadri
5. Juara 2 Festival Hadroh (Muhadhoroh Kubro Se-JABODETABEK) oleh Tim Hadroh Al-Nahdlah
6. Juara 3 Kaligrafi Putra (Muhadhoroh Kubro Se-JABODETABEK) oleh M. Dzaki Ridlwansyah
7. Juara 3 Pidato Bahasa inggris (Muhadhoroh Kubro Se-JABODETABEK) oleh M. Salim Faroghy
8. Juara 2 Khitobah Arabiyah (Sonic Linguistic 2014) oleh Mufti