PENERIMAAN TENAGA PENDIDIK AL-NAHDLAH ISLAMIC BOARDING SCHOOL


Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Al-Nahdlah Islamic Boarding School Tahun Ajaran 2015/2016


Assalamu'alaikum Wr.Wb
Alhamdulillah Al-Nahdlah Islamic Boarding School kembali membuka pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun Ajaran 2015/2016,
Gelombang I      Tanggal 1 November 2014 – 30 Januari 2015
                            Pengumuman Tanggal 31 Januari 2015   
Gelombang II     Tanggal 1 Februari 2015 – 29 April 2015
                           Pengumuman Tanggal 30 April 2015
Gelombang III   Dibuka jika kuota belum terpenuhi

Pendaftaran bisa dilakukan :
   1. langsung datang ke Al-Nahdlah Islamic Boarding School, 
         Jl. Serua Bulak No. 50 RT 006 RW 001 Pondok Petir Bojongsari Depok  
         Telp./Fax. (021) 74708014.
   2. Via Pos
   3. Email alnahdlah_ibs@yahoo.co.id 
         CP:   Yusuf  : 0856 9222 1517                 Miftah : 0813 1501 3903
                  Ibriza   : 0815 5378 2967                Suyut   : 0812 1898 5455 

SYARAT-SYARAT PENDAFTARAN
1. Membayar Formulir Pendaftaran Rp. 200.000,-
2. Menyerahkan Berkas Admnistrasi
                a. Foto copy Nomor Induk Siswa Nasional (NISN)
                b. Foto copy raport 5 semester terakhir.
                c. Foto copy akte kelahiran.
                d. Foto copy Kartu Keluarga (KK)
                e. Pas foto ukuran 3 x 4 sebanyak 4 lembar

Undangan Silaturrahim dan Pembagian Raport Semester ganjil Tahun 2014

Kepada Yth.
Bapak/Ibu Orang Tua / Wali Santri
Pondok Pesantren Al-Nahdlah
Di – Tempat
   
Assalaamu’alaikum Wr. Wb.

Sehubungan dengan berakhirnya kegiatan pembelajaran semester ganjil tahun pelajaran 2014-2015, kami mengundang Bapak/Ibu Orang Tua / Wali Santri Pondok Pesantren Al-Nahdlah Pondok Petir Depok untuk hadir pada :
H a r i              : Minggu
Tanggal           : 21 Desember 2014
Pukul               : 08.30 – Selesai
Tempat            : Mushola Al-Nahdlah
Acara               : 1. Silaturrahim
                           2. Pembagian Laporan Hasil Belajar Siswa   
Demikian, atas perhatian dan kerjasamanya kami mengucapkan banyak terima kasih.
Wassalaamu’alaikum Wr. Wb.
                                                                    Pondok Petir, 18 Desember 2014
                                                                    Kepala Kepengasuhan 
                                                                    Al-Nahdlah IBS



                                                                    Miftahul Huda, Lc

KHOTMUL QUR'AN DAN IMTIHAN SANTRI AL-NAHDLAH


Minggu, 6 April 2014 sebanyak 20 santri Al-Nahdlah Islamic Boarding School mengikuti kegiatan Khotmul Qur'an dan Imtihan Metode Qiraati di Kampus Al-Nahdlah. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur mereka terhadap Allah swt. atas kelulusan mereka dalam Tashih Akhir Santri (TAS) Pendidikan Al-Quran Metode Qiraati tingkat dasar yang dilaksanakan pada 8 Maret 201. Adapun santri-santri yang yang menjadi peserta Khotmul Quran dan Imtihan adalah :

  1. IQBAL ASADUR ROHIM
  2. MUFTI
  3. MUHAMMAD ABDUL GHOFUR
  4. PUTRI UTAMI
  5. RIZQIANA PEGI NUR ADINA
  6. RISMA ARSIDA RIYANTI
  7. ANI ZUHROTUN NI’MAH
  8. HILYATUZ ZAKIYA
  9. MAZIDATU ROHMAH SAKINAH
  10. ARIFAH FARIZAH
  11. SYIFA FAUZIAH
  12. ULIN ZIANATUS SAKINAH
  13. SALMA NADIA RAHMATILLAH
  14. ANDI DEWI MAHARDIKA
  15. LUU’LU MUNAWAROH
  16. GUSTIARA
  17. SALMA NAMIROH
  18. MASARRAH MARIMADANI
  19. NUR ‘IZZATUL MUTMA’INNAH
  20. PUTRI IKLIMATUS SHOFYANI



berdiri : izzah, sarah, salma, tiara, luluk, pegi, putri, Ghofur, mufti, iqbal
tengah : dika, dea, ulin, ziah, arifah, zida, ani, risma
duduk : hilya, ikli

Kelulusan mereka ini dilalui setelah melewati beberapa tahapa ujian dan menghadapi banyak penguji. di antara ujian-ujian yang mereka lalui adalah :

  1. Ujian kenaikan Jilid (buku). dalam hal ini setiap santri yang telah menyelesaikan Jilid 1 harus mengikuti ujian untuk bisa belajar ke Jilid 2. begitu seterusnya sampai menyelesaikan 6 Jilid buku Qiraati ditambah buku Ghorib dan Tajwid.
  2. Ujian Tingkat Lembaga (pra TAS tingkat lembaga). dalam hal ini santri yang telah menyelesaikan pembelajaran Qiraati (dari jilid 1-6 + Ghorib Tajwid dan Khatam Al-Quran) di tingkat Lembaga harus diuji yang kemudian jika lulus akan diikutkan dalam TAS tingkat Korcam (Jakarta Selatan). Di ujian tingkat lembaga ini santri menghadapi 8 Penguji, karena terdapat 8 materi yang diujikan (Fashohah, Tartil, Ghorib, Tajwid, Surat Pendek, Praktek Sholat dan Praktek Wudlu dan Do'a-do'a Harian.
  3. Ujian Tingkat Korcam (pra TAS tingkat Korcam). dalam ujian ini santri menghadapi 8 Penguji. 
  4. TAS JABODETABEKA. dengan 8 penguji. (yang diadakan tanggal 8 Maret 2014)

tanya jawab santri dengan undangan


SISWA/SISWI MTs. AL-NAHDLAH MENYABET JUARA KSM/OSM TINGKAT DEPOK



dari kanan Bu Elsa, Tarekh, Ridlwan, Bu Yayan, Salsa, Annisa, bu Immah

BULETIN JALAN EDISI 2

Biography karya anak santri

Khalid bin Walid

Sang Pedang Allah yang terhunus


Khalid bin Walid adalah seorang panglima perang yang termasyhur dan ditakuti di medan tempur. Ia mendapat julukan "Pedang Allah yang Terhunus". Dia adalah salah satu dari panglima-panglima perang penting yang tidak terkalahkan sepanjang karirnya.

            Khalid termasuk di antara keluarga Nabi yang sangat dekat. Maimunah, bibi Khalid, adalah istri Nabi. Dengan Umar sendiri pun Khalid ada hubungan keluarga, yakni saudara sepupunya. Suatu hari pada masa kanak-kanaknya kedua saudara sepupu ini main adu gulat. Khalid dapat mematahkan kaki Umar. Untunglah dengan melalui suatu perawatan kaki Umar dapat diluruskan kembali dengan baik.

            Awalnya Khalid bin Walid adalah panglima perang kaum kafir Quraisy yang terkenal dengan pasukan kavalerinya. Pada saat Perang Uhud, Khalid yang melihat celah kelemahan pasukan Muslimin yang menjadi lemah setelah bernafsu mengambil rampasan perang dan turun dari Bukit Uhud, langsung menghajar pasukan Muslim pada saat itu. Namun justru setelah perang itulah Khalid masuk Islam.

            Ayah Khalid, Walid bin Mughirah dari Bani Makhzum adalah salah seorang pemimpin yang paling berkuasa di antara orang-orang Quraisy. Dia orang yang kaya raya. Dia menghormati Ka’bah dengan perasaan yang sangat mendalam. Sekali dua tahun dialah yang menyediakan kain penutup Ka’bah. Pada masa ibadah haji dia memberi makan dengan cuma-cuma bagi semua orang yang datang berkumpul di Mina.

            Suku Bani Makhzum mempunyai tugas-tugas penting. Jika terjadi peperangan, merekalah yang mengurus gudang senjata dan tenaga tempur. Suku inilah yang mengumpulkan kuda dan senjata bagi prajurit-prajurit. Tidak ada cabang suku Quraisy lain yang lebih dibanggakan seperti Bani Makhzum. Ketika diadakan kepungan maut terhadap orang-orang Islam di lembah Abu Thalib, orang-orang Bani Makhzumlah yang pertama kali mengangkat suaranya menentang pengepungan itu.

Ketika Khalid bin Walid masuk Islam, Rasulullah sangat bahagia, karena Khalid mempunyai kemampuan berperang yang dapat membela panji-panji Islam dan meninggikan kalimatullah dengan perjuangan jihad. Dalam banyak kesempatan Khalid diangkat menjadi panglima perang dan menunjukkan hasil kemenangan atas segala upaya jihadnya.

            Pada masa pemerintahan Abu Bakar, Khalid bin Walid ditunjuk menjadi panglima pasukan Islam sebanyak 46.000, menghadapi tentara Byzantium dengan jumlah pasukan 240.000. Dia sama sekali tidak gentar menghadapinya, dia hanya khawatir tidak bisa mengendalikan hatinya karena pengangkatannya dalam peperangan yang dikenal dengan Perang Yarmuk itu.

            Dalam Perang Yarmuk jumlah pasukan Islam tidak seimbang dengan pihak musuh yang berlipat-lipat. Ditambah lagi, pasukan Islam yang dipimpin Khalid tanpa persenjataan yang lengkap, tidak terlatih dan rendah mutunya. Ini berbeda dengan angkatan perang Romawi yang bersenjata lengkap dan baik, terlatih dan jumlahnya lebih banyak. Bukan Khalid namanya jika tidak mempunyai strategi perang, dia membagi pasukan Islam menjadi 40 kontingen dari 46.000 pasukan Islam untuk memberi kesan seolah-olah pasukan Islam terkesan lebih besar dari musuh.

            Strategi Khalid ternyata sangat ampuh. Saat itu, taktik yang digunakan oleh Romawi terutama di Arab utara dan selatan ialah dengan membagi tentaranya menjadi lima bagian; depan, belakang, kanan, kiri dan tengah. Heraklius telah mengikat tentaranya dengan besi antara satu sama lain. Ini dilakukan agar mereka jangan sampai lari dari peperangan.

            Kegigihan Khalid bin Walid dalam memimpin pasukannya membuahkan hasil yang membuat hampir semua orang tercengang. Pasukan Islam yang jumlahnya jauh lebih sedikit itu berhasil memukul mundur tentara Romawi dan menaklukkan wilayah itu.

            Perang yang dipimpin Khalid lainnya adalah perang Riddah (perang melawan orang-orang murtad). Perang Riddah ini terjadi karena suku-suku bangsa Arab tidak mau tunduk lagi kepada pemerintahan Abu Bakar di Madinah. Mereka menganggap bahwa perjanjian yang dibuat dengan Rasulullah, dengan sendirinya batal setelah Rasulullah wafat.

            Oleb sebab itu, mereka menentang Abu Bakar. Karena sikap keras kepala dan penentangan mereka yang dapat membahayakan agama dan pemerintahan. Maka Abu Bakar mengutus Khalid bin Walid untuk menjadi jenderal pasukan perang Islam untuk melawan kaum murtad tersebut, hasilnya kemenangan ada di pihak Khalid.

            Masih pada pemerintahan Abu Bakar, Khalid bin Walid dikirim ke Irak dan dapat menguasai Al-Hirah pada 634 M. kemudian Khalid bin Walid diperintahkan oleh Abu Bakar meninggalkan Irak untuk membantu pasukan yang dipimpin Usamah bin Zaid.

            Ada kisah yang menarik dari Khalid bin Walid. Dia memang sempurna di bidangnya; ahli siasat perang, mahir segala senjata, piawai dalam berkuda, dan karismatik di tengah prajuritnya. Dia juga tidak sombong dan lapang dada walaupun dia berada dalam puncak popularitas.

            Hal ini ditunjukkannya saat Khalifah Umar bin Khathab mencopot sementara waktu kepemimpinan Khalid bin Walid tanpa ada kesalahan apa pun. Menariknya, ia menuntaskan perang dengan begitu sempurna. Setelah sukses, kepemimpinan pun ia serahkan kepada penggantinya, Abu Ubaidah bin Jarrah.

            Khalid tidak mempunyai obsesi dengan ketokohannya. Dia tidak menjadikan popularitas sebagai tujuan. Itu dianggapnya sebagai sebuah perjuangan dan semata-mata mengharapkan ridha Sang Maha Pencipta. Itulah yang ia katakan menanggapi pergantiannya, "Saya berjuang untuk kejayaan Islam. Bukan karena Umar!"

            Jadi, di mana pun posisinya, selama masih bisa ikut berperang, stamina Khalid tetap prima. Itulah nilai ikhlas yang ingin dipegang seorang sahabat Rasulullah seperti Khalid bin Walid.

            Khalid bin Walid pun akhirnya dipanggil oleh Sang Khaliq. Umar bin Khathab menangis. Bukan karena menyesal telah mengganti Khalid. Tapi ia sedih karena tidak sempat mengembalikan jabatan Khalid sebelum akhirnya "Si Pedang Allah" menempati posisi khusus di sisi Allah SWT



Tharekh Era El-Raisy
21 Feb. 14

UNDANGAN KHATMUL QUR'AN AL-NAHDLAH ISLAMIC BOARDING SCHOOL

Berikut adalah undangan resmi dari Al-Nahdlah Islamic Boarding School kepada masyarakat luas juga wali santri Al-Nahdlah IBS untuk menghadiri dan ikut mensyukuri Khotmul Qur`an yang akan diselenggarakan pada :
Hari        : Minggu
Tanggal : 6 April 2014
Pukul      : 08.00 s/d selesai
Tempat  : Al-Nahdlah Islamic Boarding School

Untuk mempermudah perjalanan ke Al-Nahdlah, berikut kami sertakan rute dari berbagai jalur masuk untuk menuju ke Al-Nahdlah.